Saturday, October 31, 2009

cinta rasa yang bergelora

Di pinggiran kota Madinah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu tinggal, dia memiliki seorang tetangga yang berasal dari kaum Anshar, tetangganya ini telah merasakan cinta rasa keimanan, tidak jauh berbeda dengan sahabat-sahabat rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang lain.

Cinta rasa yang selalu menggelora untuk ingin selalu duduk bersama rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendengarkan langsung bicara-bicara beliau yang menggetarkan jiwa, menghilangkan nestapa, rindu akan kehidupan baqa dan melihat kehidupan yang fana dari sisi yang sebenarnya.

Di sisi lain, 2 orang yang bertetangga ini bukan seorang pegawai, karyawan maupun pekerja yang setiap akhir bulannya yakin akan menerima gaji yang dapat menutupi keperluan sehari-hari, akan tetapi mereka adalah orang yang bekerja di hari ini untuk menghasilkan makanan sekadar memenuhi keperluan utama selama 1 atau 2 hari.

Mereka terpaksa berhadapan dengan kenyataan antara tuntutan imaniyyah yang menggebu-gebu melepas kerinduan bersimpuh di halaqah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama para shahabat lainnya dan tuntutan jasmaniyyah yang harus dipenuhi.

Akhirnya, 2 orang shahabat yang bertetangga ini membuat kesepakatan: bergantian duduk bersila di majlis nabi, hari ini Umar yang pergi ke masjid Nabawi, tetangganya pergi ke kebun dan keesokan harinya giliran tetangganya yang pergi mengaji dan Umar yang pergi mencari rezeki , di malam harinya mereka duduk bersama berbagi ilmu dan imaniyyah yang dirasakannya hari ini kepada tetangganya yang berhalangan hadir. (lihat: shahih Bukhari, bab: bergantian menuntut ilmu).

Melihat keteguhan 2 sahabat rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk mengaji mengundang rasa keingintahuan kita untuk mengungkap rahasianya, apakah sebetulnya yang mereka dengar dari Nabi sehingga mahu berkorban demi ikut mengaji?
Mungkin kisah Hanzalah dengan Abu Bakar radhiyallahu anhuma dapat menjawab sebagiannya:

Hanzalah bin Ar Rabi' adalah seorang juru tulis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ia berkisah : "Aku bertemu dengan Abu Bakar",

Lalu Abu Bakar menyapa seraya berkata : "Bagaimana khabarmu Hanzalah?",

Hanzalah : "Hanzalah telah menjadi seorang munafik",

Abu Bakar berkata : "Subhanallah, apa yang engkau ucapkan?!

Hanzalah : "Ketika berada bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beliau selalu mengingatkan tentang surga dan neraka seolah-olah aku melihatnya, lalu ketika aku keluar dari hadapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, aku disibukkan oleh isteri, anak-anak dan mencari nafkah, aku menjadi lupa peringatan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam!

Abu Bakar berkata : "Demi Allah, aku juga merasakan hal yang sama".

Lalu Hanzalah bersama Abu Bakar berangkat menemui Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam .

Hanzalah berkata : "Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Hanzalah telah menjadi seorang munafik!

Rasulullah bersabda : "Kenapa?",

Hanzalah berkata : "Wahai Rasulullah, "Ketika berada disisimu, engkau mengingatkan tentang surga dan neraka seolah-olah kami melihatnya, lalu ketika kami keluar dari hadapanmu, kami disibukkan oleh isteri, anak-anak dan mencari nafkah, sehingga kami menjadi lupa peringatanmu.

Rasulullah bersabda : "Demi yang jiwaku di tangan-Nya andai kalian tetap seperti kalian di sisiku dan terus berzikir niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian, sedang kalian berada di atas tempat tidur dan di jalan raya, akan tetapi wahai Hanzalah, ada waktumu (untuk beribadah) dan ada waktumu (untuk duniamu)". HR. Muslim.

Gambaran kesyahduan majlis rasulullah juga dilukiskan oleh 'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu:

'Irbadh menuturkan: "Suatu saat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi kami nasihat yang sangat menyentuh sehingga kalbu bergetar dan air mata berlinang,
Kami berkata : "Wahai Rasulullah! sepertinya ini nasihat perpisahan? berwasiatlah kepada kami."

Beliau bersabda: "Aku wasiatkan kalian agar bertakwa kepada Allah, serta ta'at dan mendengar perintah pemimpin sekalipun ia seorang budak Habsyi dan siapa diantara kalian yang diberi umur panjang, kelak ia akan melihat banyak pertikaian! maka berpeganglah kalian dengan Sunnahku dan Sunnah para khulafarasyidin yang mendapat hidayah Allah, peganglah erat-erat!(seperti) menggigit dengan geraham, dan hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid'ah), karena setiap bid'ah menyesatkan". HR. Abu Daud dan Tarmizi.

Anas radhiyallahu anhu juga memaparkan kekhusu'an khutbah suasana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

Anas menuturkan: " Suatu saat Rasulullah berkhutbah kepada kami, suatu khutbah yang tidak pernah aku dengar sebelumnya, ia bersabda : "Andai kalian mengetahui apa yang kuketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis".
Lalu para sahabat Rasulullah menutupi muka dan mereka mengeluarkan suara isakan tangis tersedu-sedu". Muttafaq 'alaih.

Duhai, manisnya cinta rasa keimanan yang mereka rasakan.

Memang patut kiranya, bila suasana imaniyyah yang begitu mengharu ini terlewatkan mereka akan merasa gundah dan gelisah.

Di suatu hari setelah Rasulullah wafat, Umar bin Khattab melihat Thalhah radhiyallahu anhuma bersedih, murung, diam seribu bahasa.

Dengan rasa penuh ingin tahu dan keinginan menghibur sahabatnya Umar bertanya," Apa gerangan yang membuatmu bersedih, wahai sahabatku?

Thalhah menjawab dengan suara lirih," Kesempatan untuk bertanya telah hilang ... aku terlambat menghadiri salah satu majlis Rasulullah, aku hanya mendengar potongan akhir bicara beliau ... "Siapa yang di akhir ucapannya mengucapkan kalimat ini ... maka buku catatan amalnya bercahaya, ruh dan jasadnya akan merasa bahagia" ... aku tidak sempat menanyakan, apa ucapan tersebut".

Umar menjawab," Aku menghadirinya dari awal ... ucapan tersebut adalah la ilaha illallah".

Syahdan seketika, keceriaan menyapa wajah Thalhah. (lihat Musnad Imam Ahmad).

Rasanya tidak bijak, bila melihat gejala berkurangnya minat orang-orang menghadiri pengajian, para ustaz, kyai dan alim ulama lalu kita hanya menyalahkan umat.

Mungkin selain itu, perlu juga para pengemban risalah Islam mengkaji ulang apa yang mereka sampaikan dan cara penyampaiannya. Sejauhmana sentuhannya untuk meningkatkan wawasan, menawarkan penyakit kalbu serta mententeramkan jiwa yang sedang merana.

Semoga yang menyampaikan, yang mendengarkan dan yang hadir dalam pengajian benar-benar merasa berada di taman surga.

Friday, October 30, 2009

Dyspepsia

Dispepsia merupakan salah satu gangguan pada saluran penceranaan, khususnya perut. Dispepsia dapat berupa rasa sakit atau tidak enak di perut bagian tengah keatas. Rasa sakit tidak menentu, kadang menetap atau berulang.Dispepsia umumnya diderita oleh kaum produktif dan kebanyakan penyebabnya adalah pola atau gaya hiudup tidak sihat. Gejalanya pun bervariasi mulai dari pedih ulu hati, mual-muntah, rasa penuh di ulu hati, sebu, sendawa yang berlebihan bahkan boleh menyebabkan diare dengan segala komplikasinya.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab timbulnya dispepsia, iaitu pengeluaran asid hidroklorik berlebih, pertahanan dinding perut yang lemah, infeksi Helicobacter pylori (sejenis bakteri yang hidup di dalam perut dalam jumlah kecil, gangguan gerakan saluran pencernaan, dan stres psikologi.

Terkadang dispepsia dapat menjadi tanda dari masalah serius, contohnya penyakit luka perut yang parah. Tak jarang, dispepsia disebabkan kerana kanser perut, sehingga harus diatasi dengan serius. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan bila terdapat salah satu dari tanda ini, iaitu usia 50 tahun keatas, kehilangan berat badan tanpa disengaja,kesulitan menelan,terkadang mual-muntah,buang air besar tidak lancar, dan merasa penuh di daerah perut.

Secara umum dispepsia terbagi menjadi dua jenis, iaitu dispepsia organik dan dispepsia nonorganik atau dispesia fungsional. Dispepsia organik jarang ditemukan pada usia muda, tetapi banyak ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun. Dispepsia dapat disebut dispepsia organik apabila penyebabnya telah diketahui secara jelas. Dispepsia fungsional atau dispepsia non-organik, merupakan dispepsia yang tidak ada kelainan organik tetapi merupakan kelainan fungsi dari saluran makanan.

Dispepsia berasal dari bahasa Yunani bererti pencernaan.Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami perulangan.

Dispepsia organik, bila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya. Sindrom dispepsi organik terdapat kelainan yang nyata terhadap organ tubuh misalnya luka perut, usus dua belas jari, radang pankreas, radang hempedu, dan lain-lain.

Dispepsia nonorganik atau dispepsia fungsional, atau dispesia nonulser (DNU), bila tidak jelas penyebabnya. Dispepsi fungsional tanpa disertai kelainan atau gangguan struktur organ berdasarkan pemeriksaan klinis, laboratorium, radiologi, dan endoskopi (teropong saluran pencernaan).

Definisi lain, dispepsia adalah sakit atau rasa tidak nyaman pada perut bahagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut. Setiap orang dari berbagai usia dapat terkena dispepsia, baik lelaki maupun wanita. Sekitar satu dari empat orang dapat terkena dispepsia dalam beberapa waktu.

Seringnya, dispepsia disebabkan oleh luka perut atau penyakit acid reflux. Jika memiliki penyakit acid reflux, asid hidroklorik terdorong ke atas menuju esofagus (saluran muskular membran yang membentang dari faring ke dalam perut). Hal ini menyebabkan sakit di dada. Beberapa ubat-ubatan, seperti ubat anti-inflammatory, dapat menyebabkan dispepsia. Terkadang penyebab dispepsia belum dapat ditemukan.

Sensitif atau alergi terhadap bahan makanan tertentu, bila makan makanan jenis tersebut, boleh menyebabkan gangguan pada saluran cerna. Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (OAINS), Antibiotik makrolides, metronidazole), dan kortikosteroid.Sebab lain adalah faktor stres/tekanan psikologi yang berlebihan.Misalnya cemas,depresi,gangguan seksual,deprivasi tidur dan masalah peribadi.

Penyebab dispepsia secara rinci adalah menelan udara (aerofagi),regurgitasi (alir balik, refluks) asid hidroklorik,iritasi lambung (gastritis),luka gastrik atau luka duodenum,kanser perut,peradangan pundi hempedu (kolesistitis),intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya),kelainan gerakan usus, stres psikologi, kecemasan, atau depresi serta boleh juga infeksi Helicobacter pylory.

Beberapa kebiasaan yang boleh menyebabkan dispepsia adalah menelan terlalu banyak udara. Misalnya,kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara).Atau mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah.Keadaan itu boleh membuat perut merasa penuh atau bersendawa terus.Kebiasaan lain yang boleh menyebabkan dispesia adalah merokok, minum kafein (kopi), alkohol, atau minuman karbonat.

Klasifikasi klinis praktis, didasarkan atas keluhan/gejala yang dominan, membahagi dispepsia menjadi tiga jenis.Jenis pertama adalah dispepsia dengan keluhan seperti luka (ulcer-like dyspepsia), dengan gejala sakit epigastrium terlokalisasi, sakit hilang setelah makan atau pemberian antasid, sakit saat lapar dan sakit berepisod.

Jenis kedua adalah dispepsia dengan gejala seperti dismotiliti (dysmotility-like dyspesia), dengan gejala mudah kenyang, perut cepat terasa penuh saat makan,mual, muntah, upper abdominal bloating (bengkak perut bagian atas),rasa tak nyaman bertambah saat makan.Jenis ketiga merupakan dispepsia nonspesifik (tidak ada gejala seperti kedua jenis di atas).

Sindrom dispepsia dapat bersifat ringan, sedang, dan berat, serta dapat akut atau kronis sesuai dengan perjalanan penyakitnya. Pembahagian akut dan kronik berdasarkan atas jangka waktu tiga bulan.Sakit dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai dengan sendawa dan bunyi usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa penderita, makan dapat memperburuk sakit; pada penderita yang lain, makan boleh mengurangi sakitnya.

Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan kentut (perut kembung).Jika dispepsia menetap selama lebih dari beberapa minggu, atau tidak memberi respon terhadap pengubatan, atau disertai penurunan berat badan atau gejala lain yang tidak biasa, maka penderita harus menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan untuk penanganan dispepsia terbagi beberapa bahagian, iaitu dimulai dengan pemeriksaan laboratorium biasanya meliputi hitung jenis sel darah yang lengkap dan pemeriksaan darah dalam tinja, dan urine. Dari hasil pemeriksaan darah bila ditemukan leukositosis berarti ada tanda-tanda infeksi. Pada pemeriksaan tinja, jika tampak cair berlendir atau banyak mengandung lemak bererti kemungkinan menderita malabsorpsi.

Seseorang yang diduga menderita dispepsia luka, sebaiknya diperiksa asid hidroklorik . Pada karsinoma saluran pencernaan perlu diperiksa petanda tumor, misalnya dugaan karsinoma kolon perlu diperiksa CEA, dugaan karsinoma pankreas perlu diperiksa CA 19-9 .Barium enema untuk memeriksa kerongkong, perut atau usus halus dapat dilakukan pada orang yang mengalami kesulitan menelan atau muntah, penurunan berat badan atau mengalami sakit yang membaik atau memburuk bila penderita makan.

Endoskopi boleh digunakan untuk memeriksa kerongkong, perut atau usus kecil dan untuk mendapatkan contoh jaringan untuk biopsi dari lapisan perut. Contoh tersebut kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui apakah perut terinfeksi oleh Helicobacter pylori. Endoskopi merupakan pemeriksaan gold standard, selain sebagai diagnostik sekaligus terapeutik. Pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan endoskopi adalah CLO (rapid urea test),patologi anatomi (PA), kultur mikroorgsanisme (MO) jaringan, PCR (polymerase chain reaction), hanya dalam rangka penelitian.

Pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan radiologi, yaitu OMD dengan kontras ganda, serologi Helicobacter pylori, dan urea breath test.Pemeriksaan radiologi dilakukan terhadap saluran makan bahagian atas dan sebaiknya dengan kontras ganda. Pada refluks gastroesofageal akan kelihatan peristaltik di esofagus yang menurun terutama di bahagian distal, kelihatan anti-peristaltik di antrum yang meninggi serta sering menutupnya pilorus, sehingga sedikit barium yang masuk ke intestin .

Pada luka baik di perut, maupun di duodenum akan terlihat gambaran yang disebut niche, yaitu suatu kawah dari luka yang terisi kontras media. Bentuk niche dari luka yang ringan umumnya regular, semisirkuler, dengan dasar licin.Kanser di perut secara radiologi, akan kelihatan mass yang iregular tidak terlihat peristaltik di daerah kanser, bentuk dari perut berubah. Pankreatitis akut perlu dibuat foto abdomen, yang akan terlihat tanda seperti terpotongnya usus besar (colon cut off sign), atau kelihatan dilatasi dari intestin terutama di jejunum yang disebut sentinal loops .

Kadang dilakukan pemeriksaan lain, seperti pengukuran kontraksi kerongkong atau respon kerongkong terhadap asid.Penatalaksanaan yang bagus diperlukan dalam merawat dispepsia.Pengubatan dispepsia mengenal beberapa golongan ubat, iaitu antasid 20-150 ml/hari. Golongan ubat ini mudah didapat dan murah. Antasid akan meneutralkan sekresi asid hidroklorik. Antasid biasanya mengandung Na bikarbonat, Al(OH)3, Mg(OH)2, dan Mg triksilat. Pemberian antasid jangan terus-menerus, sifatnya hanya simtomatik, unutk mengurangi rasa sakit. Mg triksilat dapat dipakai dalam waktu lebih lama, juga berkhasiat sebagai penyerap sehingga bersifat nontoksik, namun dalam dosis besar akan menyebabkan diare kerana terbentuk senyawa MgCl2.

Pada pengubatan dengan menggunakan antikolinergik perlu diperhatikan, kerana kerja ubat ini tidak spesifik. Ubat yang agak selektif iaitu pirenzepin bekerja sebagai anti reseptor muskarinik yang dapat menekan seksresi asid hidroklorik sekitar 28-43%. Pirenzepin juga memiliki efek sitoprotektif.Antagonis reseptor H2 merupakan golongan ubat yang banyak digunakan untuk mengubati dispepsia organik atau esensial seperti luka peptik. Ubat yang termasuk golongan antagonis respetor H2 antara lain simetidin, roksatidin, ranitidin, dan famotidin.

Proton pump inhibitor adalah golongan ubat yang mengatur sekresi asid hidroklorik pada stage akhir dari proses sekresi asid hidroklorik.Ubat-ubat yang termasuk golongan PPI adalah omeperazol, lansoprazol, dan pantoprazol. Sitoprotektif adalah prostoglandin sintetik seperti misoprostol (PGE1) dan enprostil (PGE2). Selain bersifat sitoprotektif, juga menekan sekresi asid hidroklorik oleh sel parietal. Sukralfat berfungsi meningkatkan sekresi prostoglandin endogen, yang selanjutnya memperbaiki mikrosirkulasi, meningkatkan produksi mukus dan meningkatkan sekresi bikarbonat mukosa, serta membentuk lapisan protektif (site protective), yang bersenyawa dengan protein sekitar luka mukosa saluran cerna bagian atas (SCBA).

Golongan prokinetik adalah ubat yang termasuk golongan ini, iaitu sisaprid, domperidon, dan metoklopramid. Golongan ini cukup efektif untuk mengubati dispepsia fungsional dan refluks esofagitis dengan mencegah refluks dan memperbaiki bersihan asid hidroklorik (acid clearance).Kadang kala juga diperlukan psikoterapi dan psikofarmako (ubat anti- depresi dan cemas) pada pasien dengan dispepsia fungsional, karena tidak jarang keluhan yang muncul berhubungan dengan faktor mental seperti cemas dan depresi.

Perlu juga modifikasi gaya hidup seperti makan dengan kerap,berhenti merokok,kurangkan alkohol.Selain itu kurangkan kafein,menjauhi makanan yang boleh mengiritasi,menjaga berat badan agar sentiasa ideal serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

sahabatku=)











Tika dan detik itu
Di kaki langit aku berteleku
Memandang suram awan kelabu
Sesuram hatiku yang menggebu
Dalam pekat malam yang rancu

Terlihat dari kejauhan yang asyik
Sesuatu yang sangat menarik perhatian
Dan tanpa di duga bintang bersinar itu
Jatuh ke tanganku temani hariku
Ceriakan hatiku terangi hidupku

Kalau punggok dicemburui
Kerna bulannya yang menawan
Aku pula jadi dicemburui
Kerna bintangku yang bersinar

Tika dan detik ini
Dalam sepi dan keheningan malam
Bersama sayu rintik-rintik hujan
Tangisan hiba unggas-unggas
Rengekkan pilu cengkerik wangi
Dan Alam yang bermelodi simpati

Kulepaskan bintangku yang bersinar
Kembali ke langit cemerlang
Kerna bintangku yang bersinar
Punya agenda dan perjuangannya sendiri
Punya impian dan destinasinya sendiri
Nun jauh di langit cemerlang

Bintangku yang bersinar
Ukhuwah itu di dasar hati
Walau bersendirian pasti ia menemani
Setiap yang manis mampu dikenang
Walau tiada di mata kini
Ia hadir bila dirindui
Kerana asasnya ia kekal di dasar hati

Kalau punggok itu
Selalu rindukan bulan yang menawan
Aku pula akan
Selalu rindukan bintangku yang bersinar
Dan kita masih tetap bersahabat=)

Wednesday, October 28, 2009

Mukmin perlu berjihad menentang murtad!!!

Disclaimer: Penulisan ini tiada kena mengena dengan sesiapa sama ada yang masih hidup atau yang sudah tiada. (Sensative to races/believer)

Pernah dengar cerita Aisyah Bukhari yang murtad tak lama dulu? Suratkhabar banyak menutup kes ini kononnya untuk menjaga perkauman, tak nak terjadi kacau bilau. Kes Aisyah yang murtad dan banyak kes murtad lain ditutup sedemikian rupa atas alasan bercinta, ikut boyfriend.

Cerita yang akan saya bawa ini agak panjang tetapi sekiranya kamu seorang Islam yang peka dan sayangkan agama kita Islam, buatlah sesuatu, paling kurang fowardkan story ini kepada saudara kita yang tak tahu menahu. Ataupun selemah-lemahnya, berdoa agar kita semua serta saudara-saudara kita terselamat daripada fitnah akhir zaman yang paling besar ini.

Ini bukan cerita rekaan saya tetapi hanya petikan dari ceramah yang saya dengar dari mulut peguambela kes ini Zulkifli Nordin di Madrasah Hidayah. Murtad dikalangan orang Melayu kini sudah menjadi ancaman kepada kita. Indeks pencemaran akidah mengikut jabatan statistik dan perangkaan tahun 1989 menjangkau 4776 orang Melayu mohon tukar nama dari Melayu kepada bukan Melayu atas alasan keluar dari Islam.

Tahun 1997, bila Saari Bustamah mengambil alih jawatan mufti dari Datuk Hashim Yahya, perkara pertama yang disentuh adalah murtad. Menurutnya sehingga Julai 1997, 3,000 orang murtad di KL sahaja. Tahun 1998 saja, 516 orang sudah murtad. Aisyah bukan kes pertama murtad, sebelum ini dah beratus kes timbul tetapi ditutup oleh pihak tertentu.

Setakat kes Aisyah, dah 40 fail murtad dikendalikan oleh saudara kita Zulkifli Nordin. Mengapa kes Aisyah ini kita rasa ralat sangat? Kes ini satu simbol yang tunjukkan pada kita orang Melayu. Sistem pertahanan akidah kita amat rapuh. Akidah kita diserang ditubi dari segala sudut. Yang kita tak nampak dengan menggunakan system perundangan dan kehakiman kita sendiri.

Kes ini boleh dilihat dari 2 sudut:-
1) Bagaimana orang macam Aisyah boleh murtad
2) Bagaimana orang kafir laknatullah boleh menggunakan sistem hakiman kita untuk merampas anak orang Islam untuk dimurtadkan?

Apa yang berlaku kepada Haji Bukhari setelah 25 tahun didik anak dengan pengisian Islam yang hebat. Sedang dia mengimamkan sembahyang terawih di masjid tahun 1997 anak dia sedang dimurtadkan dirumah.

Kes Aisyah binti Haji Bukhari:

Aisyah adalah gadis Melayu biasa yang didedahkan dengan ilmu yang sepatutnya. Dalam keadaan macam tu, dia takkan murtad. Dihantar ke sekolah agama, dia belajar hingga tingkatan 6 atas dan boleh melayakkan diri jadi ustazah kalau dia hendak, dan layak melanjutkan ke peringkat Universiti Al Azhar kalau dia hendak. Dia dibesarkan dalam suasana yang bapanya imam. Datuknya juga imam. Dia juga hafal surah Yasin. Dalam erti kata, tahu ayat apa, surah ke berapa yang dibacanya, ayat apa yang jadi azimat, semua dia tahu. Itu hebatnya Aisyah. Surah Sajadah pun dia hafal.

Masuk ITM dia terlibat dalam gerakan Islam. Dia didedahkan dengan gerakan Islam, dia tahu kelemahan-kelemahan Bible. Dari segi keterampilan, dia budak perempuan Melayu seperti biasa, pakai tudung dengan baju kurung bunga-bunga. Takde apa yang pelik pada dia. Duduk di Lembah Keramat AU5C. Kakak dia pun macam itu juga keterampilannya. Tiap-tiap hari telefon bapanya lapor isu terkini. 2 tahun di KL begitu.

Hari terakhir dia telefon pada 19 Nov 1997, “Assalamualaikum ayah! Ni Intan (nama manja) cakap. Intan nak bagitahu, Intan dah kristian,” katanya. Bayangkan hati seorang bapa. Kita sendiri hairan bagaimana dia boleh murtad. Aisyah adalah simbol anak Melayu yang telah dididik dengan begitu rupa boleh murtad.

Apa yang Haji Bukhari boleh buat? Airmata sahaja modal dia. Masuk TV menangis, keluar radio menangis, pergi forum menangis apa yang dia boleh buat? Semua dokumen mahkamah akan jadi bahan arkib termasuk permohonan kafir itu meminta Aisyah dibebaskan untuk dimurtadkan.

Butir asal permohonan:

- Permohonan ini dibuat oleh Lennet Teoh Hui Leong seorang peguam Cina Kristian. (Read Herbes Corpes bawah bab 36 kanun acara jenayah). Tujuan untuk membebaskan seorang yang didakwa ditahan secara salah. Sebarang permohonan seperti ini perlu bagi sebab mengapa didakwa tahan secara salah. Permohonan dibuat bawah bab 36 atas alasan Article 11 Perlembagaan Persekutuan, iaitu hak kebebasan beragama. Tiada langsung soal kahwin timbul. Permohonan tu menyatakan, perenggan 6, bertarikh 28 November 1997 di Makamah Tinggi Malaya Kuala Lumpur bahagian jenayah.

- Sebab yang dia beri, “Saya Lennet Teoh Hui Leong telah dilantik oleh Nur Aisyah untuk memberi nasihat kepadanya berkenaan dengan pertukaran agamanya kepada Kristian dan atas arahannya saya telah menyediakan surat sumpah untuk Nur Aisyah menolak dan meninggalkan agama Islam.”

- Perenggan 23: “Saya Lennet Teoh percaya bahawa Nur Aisyah sedang dikurung secara salah oleh keluarganya. Saya percaya tindakan ibubapa, abangnya dan bapa saudaranya telah melanggar hak kebebasan Nur Aisyah menganut agama pilihannya iaitu Kristian Khatolik“.

Kita tak boleh buat apa-apa kerana Article 11 Perlembagaan Persekutuan menyatakan mana-mana warganegara Malaysia yang telah cukup umur (18 tahun) berhak mutlak menukar agamanya. Itulah perlembagaan kita yang memerdekakan orang Melayu kita tahun 1957. Perlembagaan itulah juga yang menjerut kita sendiri. Adakah anak cucu kita akan selamat dengan perlembagaan itu? Bila berlaku pertembungan antara hukum syarak dengan undang-undang sivil, undang-undang syarak akan terbatal.

Maksud agama rasmi Malaysia iaitu Islam adalah acara-acara rasmi hendaklah dibuat mengikut cara Islam. Contohnya perlantikan sultan, perasmian parlimen dll dan tidak lebih daripada itu. Bab kehidupan, politik, ekonomi, agama…semuanya tak termasuk.

Article 4 pula menyatakan: ‘Mana-mana undang-undang yang bertentangan yang bercanggah dengan perlembagaan ini adalah batal dan tidak sah. Ini termasuklah hukum syarak’.

Kes Hartina binti Haji Kamarudin:

Pada masa ceramah ini dibuat, Haji Kamarudin ada dalam lokap, didakwa mencederakan seorang Hindu kerana memurtadkan anaknya. Anak yang dibela selama 18 tahun dengan begitu susah payah datang ke rumah dalam keadaan Hindu.Haji Kamarudian seorang penjual sate di Perak. Beliau lepaskan anaknya ke KL sewaktu 19 tahun untuk mencari kerja. Tidak sampai 9 bulan, Hartina balik ke restoran bapanya sebagai Hindu dengan mencalitkan nandek di dahi. Malahan, anak yang sudah kafir itu, mencabar bapanya dengan memperlihatkan dirinya, kekasih dan kawan-kawan kekasihnya berpeluk-pelukan di dalam restoran. Haji Kamarudin takek tengkuk kekasihnya itu. Menggelupur terus lelaki itu di depan restoran.

Haji Kamarudin juga dipelupur oleh kawan-kawan kekasihnya sampai pengsan. Adik lelaki Hartina yang berumur 16 tahun turut dibelasah kerana cuba menyelamatkan akidah kakaknya di depan restoran tempat bapanya berniaga.

Apa Hartina buat ketika itu? Hartina papah kekasihnya dan biarkan bapanya menggelupur sendirian. Tidak cukup dengan itu, dia pergi ke balai polis buat report mengatakan bapanya memukul kekasihnya. Selama 14 hari Haji Kamarudin dan adik lelaki Hartina merengkok dalam lokap akibat report Hartina, anak kesayangannya yang mempertahankan kekasih Hindunya. Tidak cukup dengan itu, disaman pula bapanya RM3 juta. Remuk hati seorang bapa yang diheret ke penjara kerana anak sendiri. Dia juga menghina bapanya dengan menukar nama Hartina Haji Kamarudin kepada Nivasni Rajeswari iaitu nama untuk agama barunya iaitu agama Hindu.

Semasa masih terlantar di hospital (akibat dipukul), Haji Kamarudin ditangkap polis semula kerana kekasih Hartina yang beragama Hindu itu, ditembak oleh seseorang yang tidak dikenali. Haji Kamarudin, anak dan anak saudaranya dikurung ke lokap sebagai suspek utama kes pembunuhan tersebut. Anak yang ditatang begitu rupa akhirnya menyebabkan dia merana dalam keadaan hina. Haji Kamarudin juga dikenakan pelbagai tuduhan. Setakat itu saja, sudah 4 tuduhan.

Yusof Qardawi dalam kitabnya menyatakan hendaklah mempertahankan akidah hatta dengan nyawa sekalipun. Itu yang Haji Kamarudin buat dalam mempertahankan hukum Allah, dilokap sedemikian rupa.

Kes melibatkan Yusof bin Abdullah:

Saudara baru kita, nama Yusof bin Abdullah , nama asal mengikut agamanya yang dahulu, Santana. Mempunyai seorang isteri, anak lelaki bernama Sunjay (if not mistaken) yang berusia 2 tahun ketika itu. Yusof mengajak isterinya memeluk Islam sementelah abangnya juga lebih 20 tahun memeluk Islam. Isterinya menolak. Yusof bawa anaknya peluk Islam dengan nama Mohamad Syazani bin Yusof. Selama 2 tahun dia hidup dua beranak.

Selepas 2 tahun, bekas isterinya (yang masih memeluk Hindu) datang dan melarikan anaknya ke KL bersama kekasih barunya. Yusof segera ke mahkamah syariah Alor Setar, minta keluarkan perintah hak penjagaan ke atas anaknya.

Melalui surat hak penjagaan mahkamah, Yusof ke KL dan ambil semula anaknya. Bekas isterinya pula pergi ke mahkamah tinggi KL minta hak penjagaan anak. Mahkamah tinggi meluluskan permintaan wanita ini. Namun, dia buat report polis bila tidak dapat ambil anaknya itu. Tahu polis buat apa? Polis cari Yusof dan tangkap! (padahal Yusof dapat hak penjagaan daripada mahkamah syariah Alor Setar). Yusof masuk lokap selama 8 hari. Syazani dipulangkan pada emaknya.

Hari ni, Syazani kembali menjadi Hindu. Tak cukup dengan itu, bekas isteri Yusof, memohon kepada mahkamah tinggi agar batalkan perintah hak penjagaan anak yang dikeluarkan oleh makamah syariah Alor Setar kepada Yusof.

Kes Suzie Teoh pula:

Dalam kes Suzie Teoh iaitu budak perempuan Kelantan berumur 16 tahun telah memeluk Islam atas kerelaan sendiri. Bapanya yang marah, menyaman anaknya itu dan Majlis Agama Islam Negeri Kelantan seterusnya mengheret anaknya ke mahkamah persekutuan. Dia memohon pada makamah, agar pengisytiharaan anaknya ke dalam Islam dianggap tidak sah.

Ketika itu, Tun Salleh Abas yang bertindak sebagai hakim, seorang yang alim dan warak. Apabila dihadapkan dengan kes Suzie Teoh, Tun Salleh Abas menangis. Terpaksa buat pengisytiharaan ‘Dibawah Perlembagaan Persekutuan, hak seorang anak tertakluk dibawah jagaan ibu bapanya selagi belum cukup umur 18 tahun. Kalau nak tukar agama, kena minta kebenaran ibu bapa. Suzie Teoh yang memeluk Islam ketika 16 tahun dianggap tidak sah’.

Atas kearifan dan iman Tun Salleh Abas, dia simpan fail itu selama 2 tahun. 2 tahun kemudian, selepas hari jadi Suzie Teoh yang ke 18 tahun, dia buka semula kes itu dan bagi peluang Suzie isytiharkan agamanya sendiri. Mahkamah ketika itu mendapat liputan meluas dengan wartawan tempatan dan wartawan asing yang mahu mendengar keputusan Suzie Teoh.

Suzie yang baru berumur 18 tahun, sambil menangis berkata, “Saya yang arif, kekal dalam agama saya, saya masih nak nama Nur Aini”. Maka Tun Salleh Abas dengan bangganya mengisytiharkan pengIslaman Suzie itu sah dengan nama barunya Nur Aini. Selamat akidah seorang budak.

Sebab itu jugalah Tun Salleh Abas dibuang atas 5 tuduhan. Tuduhan kedua atas sebab melengahkan kes seorang budak tanpa sebab selama 2 tahun. Itulah harga yang Tun Salleh Abas terpaksa bayar.

Kes terakhir yang paling teruk adalah kes saudara kita, Ibrahim.
Ibrahim, isterinya Siti Solehah dan anak perempuannya usia 5 bulan mati dipancung kerana tidak mahu kembali kepada agama asalnya, Hindu.

Terjadi pada malam hari Valentine 14 Februari, sewaktu anak Melayu kita yang Islam bertukar-tukar bunga di Dataran Merdeka. 3 saudara kita mati dipancung dalam sebuah kontena demi mempertahankan agama.

Ibrahim bukan saja dipancung kepalanya sehingga putus malahan tangannya juga turut dipotong. Sehinggakan Majlis Agama Islam Selangor terpaksa minta masjid mandikan jenazah saudara-saudara kita yang mati syahid itu.

Apalah dosa anak kecil yang berusia 5 bulan itu? Ibrahim dan Siti Solehah bukan calang-calang orang. Ibrahim seorang saintis Pakar Geologi manakala isterinya Siti Solehah, seorang Pakar Botani. Tanda-tanda syahid jelas pada ketiga mayat tersebut. Walaupun 5 hari dalam peti sejuk, darah mereka masih memancut keluar pada ketiga-tiga mayat. Bayi yang berusia 5 bulan masih mengalirkan darah hangat seperti baru mati. Peluh terpercik pada dahi mereka. Mereka dikebumikan di kubur Bukit Kiara.

Kalau saudara semua tak mengalirkan air mata melihat kubur mereka bertiga terutama bayi yang berusia 5 bulan itu, mesti ada yang tak kena dengan hati kita. Hebat mana kita sehingga tak boleh mempertahankan saudara kita sendiri. Sedangkan Ibrahim telah melaporkan pada pihak polis dan Majlis agama yang dia diancam untuk dibunuh supaya kembali ke agama asalnya.

Peristiwa 13 Mei tercetus apabila seorang budak Melayu dibunuh kerana dia Melayu dan bukan kerana dia Islam. Dalam sejarah Melayu, tiada lagi orang Melayu dibunuh kerana Islam. Semuanya sebab Melayu. Inilah pertama kali.

Jika kita sorot semula sejarah Islam mengenai Yasir, bapa kepada Amar diseret di hadapan mata. Amar diugut supaya menukar agama. Kalau tidak, bapanya Yasir akan dibunuh. Amar berkata, “Allah hu Ahad”. Terus Yasir kena pancung di padang pasir. Kemudiannya, Sumaiyah ibunya juga disula daripada bawah tembus ke jantung dan mampu berkata, “Allah hu Ahad”. Berlari Amar menemui Rasullullah SAW. Akhirnya mengikut sejarah, Amar menjadi seorang mujahid berperang bersama Rasullullah SAW. Itu zaman puak Quraisy kafir.

Dalam satu hadis yang berbentuk futuristik (masa depan), Rasulullah SAW berpesan, “Bersegeralah kamu melakukan amalan soleh kerana akan datang kepada umatku di suatu masa, satu fitnah yang begitu besar yang datangnya seperti satu kepingan hitam di malam gelap gelita tak nampak”. Sahabat bertanya, “Apakah fitnah besar itu ya Rasullullah?”. “Fitnah itu adalah kamu akan lihat umatku di hari itu, di waktu itu, pada masa itu, pagi hari Islam, petang kafir. Petang Islam, pagi kafir semula”. Sahabat bertanya lagi, “Mengapa begitu ya Rasullullah?”. Rasullullah SAW menjawab, “sebab dia menjual agamanya dengan nilai dunia”.

Imam Ghazali pernah berkata dalam perkara ini, “Akan datang fitnah murtadini dalam keadaan seperti semut hitam di atas batu hitam di malam gelap”. Mana nampak? Kecuali kalau jiwa kita tengok satu perkara dengan cahaya keimanan.

Bagaimana gerakan murtad ini berjalan di Malaysia sehingga kita tak nampak langsung. Henry Ford (orang kaya yang buat kereta Ford tu) pernah menulis berkaitan Yahudi tahun 40an atau 30an dulu dalam bukunya ‘International Jew’ (kalau tak silap).

Unsur Yahudi begitu tebal dalam masyarakat kita tapi kita tak nampak. Paling nyata, rokok yang orang kita hisap tu. Setiap satu batang itu ada saham kepada puak Yahudi. Tiada kilang rokok yang bukan Yahudi punya. Sapa yang hendak berenti merokok, ambil ini sebagai iktibar. Yahudi punya kerja, baru letak bola sebiji, 70 ribu Melayu tak sembahyang di Stadium Shah Alam. Belum kira yang di rumah, leka melayan siaran langsung perlawanan bola.

Bab Kristian, lebih terancang, lebih terperinci lagi. Semenjak kalah dalam Perang Salib terakhir (iaitu dalam pemerintahan King entah apa nama ke 6 yang terakhir). Sebelum mati, dia meninggalkan wasiat yang ditulis dengan emas di London. Dia berkata, ‘Kepada semua pemimpim-pemimpin Kristian, kita hari ini telah melakukan kesilapan besar, kita berperang dengan tentera Islam dengan pedang, bukan berperang dengan akidah yang ada pada mereka. Sebab tu Islam menang walaupun 30 ribu tentera mereka dengan 300 ribu tentera kita, mereka tetap menang sebab mereka (orang Islam) berperang kerana nak mati. Kita perang untuk hidup. Oleh itu, hendaklah kita tukar strategi.

Melancarkan peperangan ideologi, fahaman dan budaya keatas orang Islam‘.
Wasiatnya berjaya dilaksanakan setelah King tu mati, pada 1492. Kerajaan Islam Andalusia yang paling agung ketika itu tumbang di tangan Kristian. Pada 1511 kerajaan Islam Melaka pula tumbang. Kemudian, jatuhnya kerajaan Islam Pattani, kerajaan Islam Kedah, kerajaan Islam Mindanao, kerajaan Islam Acheh dan semuanya tumbang satu demi satu.

Macamana perkara ini boleh terjadi?
Gerakan Kristian berjaya berdasarkan kepada 3G iaitu GOSPEL,GOAL, GLORY. Pertama kitabnya, kedua kekayaan kita, ketiga menang terhadap Islam. Kalau kita tengok sejarah, Alfonso De Albuqueque datang ke Tanah Melayu bukan kerana inginkan rempah ratus kita. Dia bukan makan kari, dia datang bawa mubaligh Kristian iaitu Francis Xavier (kalau tak silap ejaan), kerana nak sebarkan ajaran Kristian.

Bagaimana cara dia sebarkan Kristian?
Ia dinamakan sebagai gerakan halus. Dia panggil semua mubaligh Kristian yang nak datang ke Asia. Menggunakan kaedah ‘garam dan ragi’. Garam sebagai perasa, ragi untuk penapaian. Contohnya ubi kayu. Waktu siang asalnya ubi kayu kita letak ragi, esoknya masih lagi bentuk ubi kayu tapi sebenarnya tapai.

Maksudnya, dia kekalkan orang Melayu dengan identiti Islam. Hakikatnya kehidupan kita bukan cara Islam lagi. Cara inilah yang Rasulullah SAW kata macam kepingan hitam di malam gelita. Inilah yang Imam Ghazali kata macam semut hitam atas batu hitam di malam gelita.

Contoh penyebaran melalui sistem pendidikan.
Di Malaysia, macam-macam sekolah dengan nama mubaligh Kristian. Convent itu, Saint ini. Menurut satu petikan seorang mubaligh Kristian pada masa itu yang ditulis semula oleh George Peters dalam sebuah buku tahun 40an. Kepada mubaligh-mubaligh Kristian yang nak datang ke negara kita, berkaitan pendekatan garam dan ragi.

Pendekatan seperti ini tidak memerlukan seorang Muslim Melayu berkenaan meninggalkan system kemasyarakatan yang dituntut oleh agamanya. Sebaliknya orang tersebut hendaklah digalakkan terus tinggal dalam masyarakatnya. Justeru itu, ragi tetap ujud dalam keutuhannya. Dia akan menjadi bagaikan sebuah lampu (Kristian) yang diletakkan dalam gelap.

Penyebaran agama Kristian nanti akan terserlah dalam sifat kerohanian, bukannya organisasi. Di rasa kesegarannya, bukan bersikap kalam. Dinamik dan etikal, bukan bersifat formalistik.

Pendekatan begini telah memperlihatkan kebaikannya. Lantaran ia tidak menganjurkan ahli Melayu tadi menjadi ahli baru Kristian yang formal, menyendiri terpisah dari masyarakatnya. Sebaliknya ia memberi laluan agar dapat dimasukkan semangat dan ajaran Jesus bagaikan sebutir ragi yang bertindak dengan proses penapaiannya ke atas seluruh masyarakat Melayu seluruhnya.

Ajaran Kristian akan bertindak melahirkan revolusi, justeru itu nanti, dapatlah dikatakan bahawa kita nanti akan memperolehi satu Kristian Melayu muslim tempatan yang mencerminkan Kristian muslim Melayu sejati…’Sebenarnya dia ingin. Akan datang suatu masa nanti, orang Melayu sendiri tanpa dipaksa-paksa akan buat revolusi untuk menjadi Kristian’.

Cara kebajikan pula, hari ni sapa tak kenal kelab rotary yang cuci buah pinggang, kelab Lion, bulan sabit merah, Saint John’s Ambulan, palang merah. Mereka masuk dengan cara menghidupkan sekularisma. Sekularisma adalah satu cara mengasingkan agama daripada kehidupan. Itulah kita hari ini mengasingkan Islam daripada kehidupan dunia.

Cara lain adalah dengan menghidupkan maksiat. Di konsert, di panggung wayang, di kelab-kelab malam, malahan terikut-ikut dalam pergaulan seharian kerana orang Melayu kita suka bermegah dengan sikap kebaratan. Kita kena ambil tindakan samada dengan tangan, dengan mulut, atau paling lemah sekali, dengan hati untuk menanganinya.
Bangun malam buat sembahyang hajat agar kita semua diselamatkan dari fitnah besar ini. Paling kurang pun, fowardkan penulisan ini kepada saudara kita yang lain yang tak tahu menahu. Kita kena peka. Ini semua tanggung jawab kita semua.

Akhir sekali, penulisan ini tiada kena mengena dengan ceramah nak berkempen politik atau apa saja. Sekadar meniupkan semangat perjuangan dalam diri kita yang mengaku Islam. Ini lah masanya kita bangkit pertahankan agama Islam sebelum terlambat.
Wallahualam.

sumber:cik widuri

Tuesday, October 27, 2009

Hati ini..

Hati ini
Kadang
Kosong
Hambar
Terpesong
Bengong
Bingung
Tanpa cinta
Istighfar
Pulang pada
Cinta ilahi

Hati ini
Sering
Diuji
Cinta
Manusiawi
Duniawi
Fana
Alpa lagi
Pada
Cinta ilahi

Hati ini
Serik
Rimas
Jangan lagi
Sembam
Patah
Pecah
Karat
Dengan cinta
Selain
Cinta ilahi

Monday, October 26, 2009

5 tips untuk lebih menghormati suami

1.Cari yang lebih dalam agama utk mendidik dan jadi teladan terbaik utk anak2.Cari la yang jawatannya dan tingkat pendidikan lebih tinggi..kalau isteri lebih tinggi biasanya isteri cenderung bersikap bossy dan queen control.

2.Cari yg suami berusia lebih tua dari umur isteri.Orang cakap lebih tua lebih matang dan banyak pengalaman tentang kehidupan serta lebih lemah lembut dan gentleman terhadap isteri..=)

3.Sentiasa cari peluang untuk cium tangan suami.Nak keluar pergi kerja cium tangan suami.Nak balik rumah mak di kampung cium tangan suami.Nak pergi ambil anak di sekolah cium tangan suami.Suami pergi kerja cium tangan suami.Pendek kata setiap kali nak berpisah atau keluar rumah cium tangan suami dan jadikan amalan harian.Ini sangat dapat memupuk rasa hormat yang tinggi terhadap suami.

Baginda bermaksud: "Dunia ini penuh
perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita
yang solehah." - (Riwayat Muslim)

4.Berusaha memahami setiap keputusan dan bertindak sesuai kehendak suami.Taatlah kepada perintah suami selagi ianya tidak bertentangan dengak syarak.Sebagai ketua keluarga dia pasti sudah berfikir masak-masak dalam setiap keputusan yang diambil.Jangan asyik mahu membangkang atau mempertikaikan keputusan yang diambil.Lagipun lelaki lebih bersikap rasional berbanding wanita yang sering dipengaruhi emosi dan perasaan.Seeloknya tunjukkan yang kaum wanita juga bijak dan rasional dalam bertindak barulah suami makin sayang.

pesanan Baginda yang bermaksud: "Jika seseorang
wanita menunaikan solat lima waktu, berpuasa sebulan
Ramadan, memelihara kehormatannya, mentaati suaminya,
nescaya dia dapat masuk ke mana-mana saja pintu syurga
menurut kehendaknya." - (Riwayat Imam Ahmad)

5.Setiap kali sebelum tidur pandang muka suami puas-puas sambil ingat segala kebaikan dirinya dan apa saja perkara baik yang telah dilakukan untuk family.Usap ubun-ubunnya perlahan-lahan dan penuh kasih sayang.Maafkan sekiranya ada kesalahan kecil yang dia tidak perasan.Bukan apa orang lelaki ni kurang sensitif perasaan wanita terkadang mereka melukakan hati wanita tanpa sengaja tapi yakinlah mereka tidak bermaksud melukakan hati orang yang mereka cintai.

Sunday, October 25, 2009

Marwa Ali El-Sherbini

Meskipun Marwa Ali El-Sherbini, 31, hamil tiga bulan, namun tidak menimbulkan simpati kepada seorang lelaki yang dikenali Alex W, 28, apabila dia sanggup menikam wanita itu 18 kali sehingga maut.

Lebih menyedihkan, kejadian di dalam mahkamah di Landgericht, Dresden, Jerman itu turut disaksikan anak sulung Marwa berusia tiga tahun dikenali Mustafa.

Malang berganda dialami keluarga itu apabila suami Marwa, Elwi Ali Okaz, yang mahu membantu mangsa bukan saja ditikam, malah polis Jerman yang tiba di lokasi kejadian, menembak kakinya kerana menyangka dia penyerang.

Elwi yang mengalami kecederaan parah di paru-paru dan pinggang ditempatkan di Unit Rawatan Rapi (ICU) selama dua hari namun sehingga kini tiada laporan mengenai status kesihatannya.

Kematian Marwa mencetus konflik, terutama di kalangan umat Islam yang meluahkan kekecewaan dan kemarahan kepada kerajaan negara itu.

Selain itu, kes berkenaan turut mendapat liputan meluas media tempatan dan antarabangsa serta menjadi tajuk utama berita di negara kelahiran Marwa, Mesir.

Kejadian pada 1 Julai lalu berpunca daripada insiden di taman permainan berdekatan rumah Marwa di Dresden.

Ketika itu, Marwa yang memakai tudung meminta laluan kepada Alex supaya membenarkan anak lelakinya bermain buaian di taman berkenaan tetapi dibalas dengan jeritan, ‘pengganas’, ‘perempuan jahanam’ dan ‘kamu tidak layak menetap di sini’.

Marwa kemudian membuat laporan polis ke atas Alex, rakyat Jerman yang berketurunan Russia atas dakwaan bersikap kurang ajar.

Lelaki itu kemudian dijatuhkan hukuman denda sebanyak 780 euro (RM3,822).

Bagaimanapun, Alex mengemukakan rayuan dan hakim menetapkan 1 Julai lalu untuk mendengar permohonan berkenaan.

Pada hari ditunggu, hanya lapan orang saja dalam mahkamah berkenaan iaitu ahli panel daripada sebuah pertubuhan profesional, hakim, pendakwa, peguam bela, Alex, suami Marwa dan anak lelaki mereka.

Tiada pemeriksaan ketat dilakukan ke atas mereka yang menghadiri perbicaraan itu, termasuk tertuduh.

Ketika Marwa melangkah masuk ke mahkamah, Alex yang ketika itu di kandang tertuduh melompat keluar dan mengeluarkan senjata yang dibawa di dalam poketnya.

Tanpa belas kasihan, dia terus menikam Marwa di depan suami dan anaknya sebanyak 18 kali sambil menjerit, “Awak tidak sepatutnya hidup”.

Sedang Elwi berusaha membantu isterinya daripada terus ditikam, dia juga menjadi mangsa apabila polis yang dipanggil untuk membantu melepaskan tembakan ke arah kakinya kerana menyangka dia penyerang.

Marwa maut di tempat kejadian manakala Elwi dikejarkan ke hospital akibat kecederaan parah dan ditempatkan di ICU.

Mayat Marwa dibawa pulang ke Kaherah dan pengebumian yang dilakukan pada 6 Julai lalu dihadiri lebih 2,000 rakyat Mesir yang simpati ke atas wanita berkenaan. Mereka menggelar Marwa sebagai seorang ibu dan wanita yang mati syahid.

Alex pula ditahan sebelum didakwa atas tuduhan membunuh. Perbicaraan dijangka dijalankan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Sejurus kejadian itu diketahui umum, orang ramai, terutama umat Islam melemparkan kemarahan kepada kerajaan Jerman dengan disusuli tindakan demonstrasi selain ada negara Islam menyatakan bantahan kepada kedutaan Jerman.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menuntut Jerman memikul tanggungjawab atas pembunuhan Marwa dan mendesak Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu mengutuk negara itu.

Iran turut memanggil duta Jerman ke negara itu, Herbet Honsowitz bagi membantah pembunuhan berkenaan dan menggesa Berlin mengambil langkah keselamatan perlu bagi melindungi hak golongan minoriti agama di Jerman.

Rakyat Iran berkumpul di pintu masuk kedutaan Jerman di Teheran bagi membantah pembunuhan berkenaan, malah ada membaling telur ke arah pintu utama.

Bantahan sama turut berlaku di Mesir apabila rakyatnya membantah kekejaman yang dilakukan ke atas Marwa.

Marwa yang lahir pada 7 Oktober 1977, berhijrah ke Jerman pada 2005 kerana mengikut suaminya yang bekerja sebagai pensyarah di Universiti Minufiya. Mereka menetap di Bremen sebelum berpindah ke Dresden pada 2008.

Di negara itu, Marwa yang berpendidikan daripada El Nasr Girls College bekerja sebagai ahli farmasi.

Thursday, October 15, 2009

Haman

Al Qur'an mengisahkan kehidupan Nabi Musa AS dengan sangat jelas. Tatkala memaparkan perselisihan dengan Fir'aun dan urusannya dengan Bani Israil, Al Qur'an menyingkap berlimpah keterangan tentang Mesir kuno. Pentingnya banyak babak bersejarah ini hanya baru-baru ini menjadi perhatian para pakar dunia.

Ketika seseorang memperhatikan babak-babak bersejarah ini dengan pertimbangan, seketika akan menjadi jelas bahwa Al Qur'an, dan sumber pengetahuan yang dikandungnya, telah diwahyukan oleh Allah Yang Mahatahu dikarenakan Al Qur'an bersesuaian langsung dengan seluruh penemuan besar di bidang ilmu pengetahuan, sejarah dan kepurbakalaan di masa kini.

Satu contoh pengetahuan ini dapat ditemukan dalam paparan Al Qur'an tentang Haman: seorang pelaku yang namanya disebut di dalam Al Qur'an, bersama dengan Fir'aun. Ia disebut di enam tempat berbeda dalam Al Qur'an, di mana Al Qur'an memberitahu kita bahwa ia adalah salah satu dari sekutu terdekat Fir'aun.

Anehnya, nama “Haman” tidak pernah disebutkan dalam bagian-bagian Taurat yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Musa AS. Tetapi, penyebutan Haman dapat ditemukan di bab-bab terakhir Perjanjian Lama sebagai pembantu raja Babilonia yang melakukan banyak kekejaman terhadap Bani Israil kira-kira 1.100 tahun setelah Nabi Musa AS. Al Qur'an, yang jauh lebih bersesuaian dengan penemuan-penemuan kepurbakalaan masa kini, benar-benar memuat kata “Haman” yang merujuk pada masa hidup Nabi Musa AS.

Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan terhadap Kitab Suci Islam oleh sejumlah kalangan di luar Muslim terbantahkan tatkala naskah hiroglif dipecahkan, sekitar 200 tahun silam, dan nama “Haman” ditemukan di naskah-naskah kuno itu. Hingga abad ke-18, tulisan dan prasasti Mesir kuno tidak dapat dipahami. Bahasa Mesir kuno tersusun atas lambang-lambang dan bukan kata-kata, yakni berupa hiroglifik.

Gambar-gambar ini, yang memaparkan kisah dan membukukan catatan peristiwa-peristiwa penting sebagaimana kegunaan kata di zaman modern, biasanya diukir pada batu dan banyak contoh masih terawetkan berabad-abad. Dengan tersebarnya agama Nasrani dan pengaruh budaya lainnya di abad ke-2 dan ke-3, Mesir meninggalkan kepercayaan kunonya beserta tulisan hiroglif yang berkaitan erat dengan tatanan kepercayaan yang kini telah mati itu.

Contoh terakhir penggunaan tulisan hiroglif yang diketahui adalah sebuah prasasti dari tahun 394. Bahasa gambar dan lambang telah terlupakan, menyisakan tak seorang pun yang dapat membaca dan memahaminya. Sudah tentu hal ini menjadikan pengkajian sejarah dan kepurbakalaan nyaris mustahil. Keadaan ini tidak berubah hingga sekitar 2 abad silam.

Pada tahun 1799, kegembiraan besar terjadi di kalangan sejarawan dan pakar lainnya, rahasia hiroglif Mesir kuno terpecahkan melalui penemuan sebuah prasasti yang disebut “Batu Rosetta.” Penemuan mengejutkan ini berasal dari tahun 196 SM. Nilai penting prasasti ini adalah ditulisnya prasasti tersebut dalam tiga bentuk tulisan: hiroglif, demotik (bentuk sederhana tulisan tangan bersambung Mesir kuno) dan Yunani.

Dengan bantuan naskah Yunani, tulisan Mesir kuno diterjemahkan. Penerjemahan prasasti ini diselesaikan oleh orang Prancis bernama Jean-Françoise Champollion. Dengan demikian, sebuah bahasa yang telah terlupakan dan aneka peristiwa yang dikisahkannya terungkap. Dengan cara ini, banyak pengetahuan tentang peradaban, agama dan kehidupan masyarakat Mesir kuno menjadi tersedia bagi umat manusia dan hal ini membuka jalan kepada pengetahuan yang lebih banyak tentang babak penting dalam sejarah umat manusia ini.

Melalui penerjemahan hiroglif, sebuah pengetahuan penting tersingkap: nama “Haman” benar-benar disebut dalam prasasti-prasasti Mesir. Nama ini tercantum pada sebuah tugu di Museum Hof di Wina. Tulisan yang sama ini juga menyebutkan hubungan dekat antara Haman dan Fir'aun.

Dalam kamus People in the New Kingdom , yang disusun berdasarkan keseluruhan kumpulan prasasti tersebut, Haman disebut sebagai “pemimpin para pekerja batu pahat”.

Temuan ini mengungkap kebenaran sangat penting: Berbeda dengan pernyataan keliru para penentang Al Qur'an, Haman adalah seseorang yang hidup di Mesir pada zaman Nabi Musa AS. Ia dekat dengan Fir'aun dan terlibat dalam pekerjaan membuat bangunan, persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qur'an.

Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (QS. Al Qashas, 28:38)

Ayat dalam Al Qur'an tersebut yang mengisahkan peristiwa di mana Fir'aun meminta Haman mendirikan menara bersesuaian sempurna dengan penemuan purbakala ini. Melalui penemuan luar biasa ini, sanggahan-sanggahan tak beralasan dari para penentang Al Qur'an terbukti keliru dan tidak bernilai intelektual.

Secara menakjubkan, Al Qur'an menyampaikan kepada kita pengetahuan sejarah yang tak mungkin dimiliki atau diketahui di masa Nabi Muhammad SAW. Hiroglif tidak mampu dipecahkan hingga akhir tahun 1700-an sehingga pengetahuan tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya di masa itu dari sumber-sumber Mesir. Ketika nama “Haman” ditemukan dalam prasasti-prasasti kuno tersebut, ini menjadi bukti lagi bagi kebenaran mutlak Firman Allah.

Thursday, October 1, 2009

Doa Cintaku



Ya Allah...
Jika saya bukan pemilik tulang rusuknya . Jangan biarkan saya merindukan kehadirannya.
Jangan biarkan saya melabuhkan hati saya dihatinya.Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya
dan jauhkan dia dari relung hati saya.

Ya Allah...
Jika Engkau ciptakan dia untuk saya, tolong satukan hati dia dan saya dengan pernikahan,
bantulah saya untuk mencintai, mengerti menerima dia seutuhnya, redhai dia,
agar dia juga mahu mencintai,mengerti dan menerima saya
dengan segala kelebihan dan kekurangan saya.
Ajarkan saya untuk tetap setia dan jadikanlah kehendakMu dan bukan kehendak saya
yang menjadi dalam setiap helaan nafas saya.

Ya Allah...
Saya mengerti bahawa Engkau senantiasa memberikan
yang terbaik untuk saya.
Ya Allah yang Maha Pengasih kabulkan doa saya ini
Amin.